Manfaat Dan Bahaya Konsumsi Telur Tidak Masak


 

Manfaat Bahaya Telur Tidak Masak

Sebagian masyarakat Indonesia gemar makan telur tidak masak , mentah atau setengah matang karena dinilah bisa mendapatkan badan yang lebih segar dan berstamina. Selain itu, anggapannya juga lebih bernutrisi. Umumnya yang dikonsumsi adalah telur ayam kampung dari bagian kuningnya saja. Benarkah kepercayaan tersebut?

Pada satu sisi, keyakinan itu bisa dibenarkan. Pasalnya proses memanaskan hingga titik didih akan membuat kandungan vitamin serta mineral di dalam telur menjadi rusak. Namun itu hanya dalam jumlah kecil saja.

Pada telur ada kandungan nutrisi seperti vitamin B dari jenis B6 dan folat, juga vitamin E. Mineral seperti kolin, juga antioksidan lutein dan zeaxanthin masih ada dalam jumlah yang cukup.

Dalam kondisi matang, telur tidak banyak kehilangan zat bergizi yang disebutkan di atas. Jadi sebenarnya Anda tak perlu makan telur mentah dengan alasan lebih bernutrisi dibanding telur matang. Demikian ditulis oleh Alissa Rumsey, MS, RD, dalam bukunya Three Steps to the Healthier You.

Lebih detailnya, jumlah vitamin B6 dalam telur mentah adalah sekira 0,85 mikrogram sedangkan pada telur matang adalah 0,072 mikrogram.

Untuk mineral kolin, di dalam telur mentah ada 146,9 miligram sedang dalam telur matang ada 117 miligram kolin.

Pada hasil penelitian yang telah dipublikasi dalam Journal of Nutrition untuk penyerapan protein, tubuh lebih banyak menyerap protein dalam telur yang sudah matang sampai 91 persen lho. Sementara untuk telur mentah hanya 50 persen saja.

Hal itu disebabkan karena perubahan panas mengubah struktur protein jadi lebih aman dan mudah dicerna oleh manusia.

Dari sisi kebersihan, telur matang pun lebih sedikit beresiko tercemar bakteri Salmonela. Berbeda dari telur mentah yang rentan masih mengandung bakteri penyebab keracunan tersebut. Jadi lebih aman bagi kesehatan Anda.

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *