Trik Cara Tidak Ngorok Saat Tidur


 

Tips Tidak Ngorok Saat Tidur

Adakah sobat Maksnik.com yang tidurnya ngorok ? Berikut Maksnik.com hadirkan trik cara menghentikannya. Karena ngorok akan mengganggu orang sekitar yang tidak terbiasa dengan suara ngorok kita.  Mereka akan sangat terganggu dan bisa mengalami sulit tidur akibat suara dengkuran yang keras.

“Semakin sering mendengkur, semakin buruk dampaknya,” jelas Marha Cortes, praktisi kesehatan dari New York, Amerika Serikat.

Dampak buruk itu menyebabkan kualitas tidur berkurang dan bisa merembet ke beberapa penyakit lain. Misalnya saja bad mood, stres, kemampuan mengendalikan nafsu makan, dan lainnya. Dalam hubungan antar teman atau pasangan pun bisa rusak akibat kebiasaan ngorok ini.

Untuk mengurangi kebiasaan mendengkur, maka ada beberapa hal yang bisa Anda coba. Berikut ini tips nya seperti dilansir laman Good Housekeeping, Rabu (12/7/2017).

Diet agar berat badan ideal

Makin berlebihan berat badan Anda maka akan makin banyak lemak yang menutupi saluran napas. Ini salah satu sebab mengapa dengkur muncul saat Anda tidur, karena saluran napas tersumbat.

“Seseorang yang berat badannya berlebih akan memiliki tambahan lemak di saluran napas. Saat tidur hal ini akan menimbulkan bunyi dengkuran,” jelas Cortes.

Tidur miring

Tidur telentang lebih banyak memicu dengkur dibanding tidur miring. Ini karena pangkal lidah jatuh menurun hingga menutupi tenggorokan. Sebaiknya pilih posisi tidur miring kanan atau kiri agar tidak ngorok.

Semprot hidung

Semprot hidung ditujukan untuk membersihkan saluran pernapasan tersebut. Dokter menyarankan memakai alat ini sebelum tidur malam agar lebih legakan hidung. Untuk muslim, dianjurkan berwudhu yang salah satu gerakannya adalah menyedot air lewat hidung lalu disemburkan kembali.

Kunyah permen karet

Fungsi mengunyah permen karet adalah untuk melatih otot mulut, lidah, rahang, dan otot-otot wajah agar kuat tidak kendor. Minimal 20 menit per hari, lakukan hal ini dan resiko mendengkur saat tidur akan berkurang.

“Seiring bertambahnya usia, jaringan yang melapisi tenggorokan menjadi kendor apalagi bila dia mengalami sleep apnea,” kata Cortes.

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *